Pages

13 February 2016

Pelatihan Jamu Gendong

Erni Yuniati Rintis Usaha Jamu Tradisional

Kursus Private di TCI

UPAYA melestarikan minuman jamu tradisional yang menyehatkan dan menyegarkan badan, mendorong Erni Yuniati (35) untuk merintis usaha jamu skala rumah tangga (home industry) sejak dua tahun terakhir di Purwosari Kabupaten Pasuruan. Usaha rumahan jamu dengan merk Si Mbok  yang dirintis Erni Yuniati sampai saat ini baru mempekerjakan dua orang.


Tantangan yang sampai saat ini belum terpecahkan adalah bagaimana membuat jamu tradisional Jawa seperti beras kencur, kunci suruh, sinom dan temulawak, yang diproduksinya itu bisa tahan lama. Selama ini, produksi jamu tradisional dalam kemasan tanpa bahan pengawet yang diproduksinya hanya sanggup bertahan 10 hari saja.

Pentingnya Kemasan Untuk Menambah Nilai Jual Makanan Ringan



Masih dari pelatihan membuat makanan ringan yang digelar khusus untuk pembinaan industri kerajinan masyarakat (IKM) dari Dinas Koperindag Kab. Gresik, warga Desa Morowudi yang mengikuti pelatihan mendapat kesempatan belajar bagaimana mengemas makanan ringan (Soes Keju Kering, Telur Gabus & Amplang) yang aman dan memiliki nilai jual. Bersama instruktur Endang Sri Rahajoe dan team dari Lembaga Kursus Tristar, ada beberapa teknik pengemasan yang diajar dengan menggunakan mesin home industry.


29 January 2016

Awali Tahun Baru, Lembaga Pelatihan Tristar Mulai Terima Kursusan

Kiprah Lembaga Pelatihan Tristar Awali Tahun Baru 2016
Awalid9
Layani Kursus Masak Ayam Kremes, Mie
 Pangsit, Aneka Sambelan, Praktik 
Membuat Es Krim dan Es Puter

KESIBUKANLembaga PelatihanTristar Jl Prapen Indah J-5 Surabaya, sejak pertengahan Januari 2016 kembali menggeliat setelah libur panjang Natal dan Tahun Baru. Pada Sabtu (16/01/2016), Tristar menggelar kursusan membuat es krim diikuti tiga peserta dengan instruktur Endang Sri Rahajoe,

Sedangkan pada Senin (18/01/2016) giliran instruktur Ernawati mengajarkan cara membuat es puter diikuti enam orang peserta kursus serta kursus privat membuat martabak dan terang bulan yang diikuti Indrawati dari Surabaya.

25 November 2015

Pelatihan Cara Memproduksi Dimsum

Pelatihan di Dapur Uji Tristar Culinary Institute Bersama Chef Haris Suseno
Praktik Langsung Buat Dim Sum yang Lezat

ANDA pecinta kuliner Tionghoa? mungkin sudah kenal dengan masakan yang satu ini. Dim sum adalah makanan asal China yang berarti makanan kecil. Umumnya dim sum disajikan dengan streamer berbahan bambu atau menggunakan piring kecil. Dilihat dari cara membuatnya, dim sum ada dua jenis yakni goreng dan kukus.

31 August 2015

Kursus Special Cake di Tristar Culinary Institute


 BLACK FOREST, SPECIAL CAKE UNTUK HARI ISTIMEWA







          Di hari istimewa seperti ulang tahun, kelahiran ataupun pernikahan seringkali kita menemui hidangan berupa cake yang dihias sedemikian cantiknya. Cake hias ini seringkali disebut dengan kue tart oleh kebanyakan orang. Namun sebenarnya cake-cake cantik ini sangat beragam macamnya. Bahan hiasan yang digunakan pun ada bermacam-macam seperti dari butter cream, plastic icing ataupun cokelat. Minat masyarakat terhadap kue-kue cantik ini pun semakin banyak, karena selain rasanya yang istimewa tampilannya sangat mewah. Sehingga sangat sesuai untuk disajikan sebagai hidangan di hari istimewa.

Pelatihan Cara Membuat Sepiku - Lapis Surabaya - Lapis Legit & Lapis Prune






Aneka kue lapis seperti lapis surabaya ataupun lapis legit mungkin sudah tak sing lagi bagi kita. Kue yang satu ini bisa disuguhkan kapan saja dan dalam acara apa saja seperti sebagai hantaran ataupun hanya sebagai teman saat minum teh. Populernya kue berlapis ini tidak hanya terletak pada rasanya yang lezat namun juga dibutuhkan ”kesabaran” lebih dalam membuatnya. Bila tidak mengetahui cara yang benar, maka kue lapis yang Anda buat hasilnya tidak akan sempurna.
Karena alasan itulah, maka kali ini TRISTAR Culinary Institute mengadakan kursus dengan tema Aneka Kue Lapis yang terdiri dari Lapis Surabaya, Lapis Mandarin dan Lapis Prune. Kursus yang dilaksanakan pada hari Kamis (27/05) ini dimulai pukul 13.30 WIB dengan jumlah peserta sebanyak 3 orang. Sebagai pembuka materi kursus, Pak Otje selaku pengajar terlebih dahulu memberikan penjelasan mengenai berbagai bahan yang akan digunakan dalam pembuatan kue lapis.

30 August 2015

Serunya Kelas Membuat Cupcake nan Cantik



Choco Orange Cupcake

Mocha Almond Cupcake

Cupcake Hias nan Cantik

Cupcake Hias nan Cantik

Siapa yang tak kenal cupcake?  Cake yang tampilannya imut nan lucu ini, masih menjadi tren topik di semua kalangan, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Tak sedikit dari mereka pun penasaran bagaimana cara membuat dan menghias cupcake sehingga menjadi cantik.

24 August 2015

Kursus Macaron - Resep dengan Timbangan Tepat

Terpikat Imut & Manisnya Macaron

Meski terbilang sudah lama populer di belahan bumi Eropa khususnya Perancis, nama kue macaron hingga kini masih naik daun di dunia pastry. Seperti yang dilakukan 3 remaja, peserta yang datang dari Surabaya dan Solo ini tergoda untuk mengikuti kursus privat pembuatan Macaron di kampus Akpar Majapahit. Tak sedikit dari mereka pun penasaran bagaimana cara membuat macaron dengan hasil sempurna. Penasaran... ?

16 August 2015

Kursus Masakan : Bebek Peking Panggang Renyah dengan Hoisin Sauce

Keluarga-keluarga di Cina biasa menyantap bebek peking untuk sasat-saat istimewa saja karena proses pembuatannya yang cukup sulit dan tidak bisa dilakukan di rumah. Sehingga tidaklah mengherankan jika harga bebek peking sangatlah mahal.

07 August 2015

Kursus Teknologi Pangan : Aneka Olahan Buah Merah


Demi Raih Nilai Tambah, Tristar Institute Sukses Olah Buah Merah

Jadi Es Krim, Jelly Cup, Mayonaise, Mie, Muffin, Pudding, Siomay dan Roti Tawar

PRESDIR Tristar Group Ir Juwono Saroso didampingi Ir Nur Hidayat, Wakil Direktur CV Tristar Chemical (Tristar Group) pada pertengahan April 2015 lalu ditunjuk Pemprov Jatim untuk menjadi nara sumber sekaligus  berbagi ilmu seputar tekonologi pangan di hadapan ratusan pejabat di lingkungan Pemprov Papua dan pelaku usaha.


04 August 2015

Kursus Masak: Aplikasi Dari Beragam Saus Dasar


Pelatihan Kuliner AAL – Akademi Pariwisata Majapahit
“Ungkap Rahasia Aplikasi Dari Beragam Saus Dasar”

Sikapnya yang tegas, rapi dan serius, mungkin ini kesan pertama melihat sosok para taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Bumimoro Surabaya saat mengikuti latihan praktek kuliner di Kampus Akademi Pariwisata Majapahit. Para taruna AAL yang berasal dari Korp Suplai Angkatan 62 ini tidak ingin kalah mempertajam kemampuannya di bidang mengolah makanan. Dipandu oleh dosen Akpar Majapahit chef R Bagus Handoko Y, S.Pd, mereka diajak praktek kuliner makanan China dan Indonesia. Bagaimana serunya latihan praktek kuliner kali ini ?

11 December 2014

Kursus Cara Membuat Kecap & Produksi Saos Tomat

Datangkan Instruktur dari Akpar Majapahit

DIVISI Teknologi Pangan Tristar Institute cq Akpar Majapahit Surabaya kembali dipercaya oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) Amarta untuk memberikan pelatihan membuat kecap (kecap manis dan asin) dan saos (saos tomat dan sambal) kepada sejumlah mitra binaan PT Sumber Mas Mining di Balai Desa Sawe Kecamatan Daha, Bima, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pelatihan yang dihelat selama dua hari, 16-17 September 2015 lalu, menghadirkan dua orang instruktur dari Akpar Majapahit Nursanti dan Ir Indah Fitriana serta dua orang asistensinya yakni Rozi dan Hafid. Pelatihan teknologi tepat guna di bidang teknologi pangan itu diikuti 20 peserta sebagian besar adalah kalangan ibu-ibu rumah tangga.

14 September 2014

Kursus Masak Terbaik & Terlengkap di Indonesia




Karyawan Yayasan Wahana Visi Indonesia Belajar Membuat Bakso dan Siomay di TCI

UNTUK meningkatkan ketrampilan (skill) individu setiap staf dan karyawan Yayasan Wahana Visi Indonesia (LSM Wahana Visi), mereka diikutkan pelatihan membuat aneka bakso di Tristar Culinary Institute (TCI) pada Selasa (9/9).


Pelatihan membuat aneka bakso yang diikuti 17 staf (karyawan) ini bertujuan untuk membekali ketrampilan pribadi karyawan agar nantinya mereka bisa membuka usaha sendiri (wirausaha) secara mandiri. Jika usahanya berhasil tentunya bisa ditularkan kepada orang lain yang membutuhkan.

Hal itu disampaikan Stanny Adolfin Salindeho, ketua panitia pelatihan dari Yayasan Wahana Visi Indonesia, disela mendampingi rekan-rekannya belajar mempraktikkan cara membuat aneka bakso yang lezat dengan dipandu langsung oleh Harry Suseno, instruktur masak dari TCI.

Mengapa belajar membuat aneka bakso? Menurut Stanny, praktik membuat bakso ini dipilih karena selain gampang dipelajari (tidak ribet) juga peminatnya banyak. Pasalnya, bakso merupakan salah satu makanan favorit yang disuka kaum hawa maupun kaum adam.

Pihaknya memilih TCI setelah mendapat informasi dan re3ferensi dari ibu Yuyun Anwar, instruktur masak yang sering diundang pihak TCI mengajarkan cara membuat aneka bakso yang bikin lidah bergoyang.

Dalam pelatihan ini, pihaknya diajarkan cara membuat bakso halus dari daging sapi, bakso kasar, siomay, tahu bakso, kiah bakso dan sambal bakso. Materi yang diajarkan ini tentu menarik untuk disimak dengan seksama, mengingat pekerjaannya sehari-hari lebih berorientasi pada pengembangan diri anak-anak usia 0-18 tahun.

Sementara itu, insruktur masak dari TCI Harry Suseno,  dibantu Arjuna dan Yarien (asisten), tampak telaten melayani pertanyaan peserta pelatihan, yang terdiri atas 11 wanita dan 6 laki-laki. 


Mereka (sambil menyimak fotokopi materi pelatihan yang dibagikan pihak TCI) antusias mendengarkan penjelasan instruktur, mulai persiapan bahan dasar, cara meracik bumbu dan membuat penthol bakso hingga menyajikannya dengan tampilan yang semenarik mungkin.

Atensi yang tinggi ditunjukkan saat menyiapkan potongan daging dan bumbu yang akan di-mixer untuk dihaluskan sebelum dijadikan penthol bakso. Dalam kesempatan itu, Harry Suseno juga memberi tips bagaimana membuat penthol bakso yang kenyal (tanpa pengawet boraks) dan enak rasanya, meskipun dilakukan dengan cara manual.

Usai belajar membuat aneka bakso, setiap peserta berhak mendapatkan sertifikat dari pihak TCI. Hasil masakannya pun bisa dibawa pulang. Suatu pengalaman belajar memasak yang tidak terlupakan. Selamat! (ahn)


Nah, Anda tertarik dengan kursus wirausaha di Lembaga Pelatihan Tristar, silakan menghubungi Jl Prapen Indah J-5 Surabaya, Telp. (031) 8438839, 081234506352, 085731951010 PIN BB 539A64B6, WA: 081234506352. 
www.kursuskuliner.com
www.kursustristar.com

04 July 2014

Kursus Masakan di Tristar Culinary Institute



Kolaborasi Kopwan Setia Bhakti Wanita Jatim dan Tristar Culinary Institute

234 Anggota Koperasi Belajar Kuliner

KEPERCAYAAN publik terhadap eksistensi Tristar Culinary Institute (TCI), sebagai lembaga pelatihan kuliner swasta di Surabaya yang berpengaruh semakin mengkristal. Kali ini giliran Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita Jatim Jl Jemur Andayani 55 Surabaya yang menjalin kerjasama dengan pihak TCI menggelar pelatihan kuliner untuk para anggotanya.


Kerja sama antara dua lembaga itu tertuang dalam Surat Perjanjian No. 361/OR/SK/KSBW/V/2014 tertanggal 16 Mei 2014 yang ditandatangani Ir Indri Soerjani, Ketua I Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita Jatim dan Nofembrianti dari pihak TCI Surabaya.


Bendahara II Kopwan Setia Bhakti Wanita Jatim Kusumo Wardhani, mengatakan, pelatihan kuliner menu katering ini merupakan program kerja koperasi untuk tahun 2014. Selain itu masih ada jenis pelatihan lain yang masuk program kerja tahun ini yakni teknologi informasi (TI) komputer, kerajinan (handicraft), dan menjahit (pecah model dan busana).

”Ketika itu kami tawarkan kepada anggota untuk mengikuti pelatihan kuliner menu katering ternyata dari 11 ribu-an anggota koperasi hanya menjaring 234 orang peserta. Sedangkan anggota lainnya memilih belajar komputer, busana atau kerajinan.Makanya 234 orang ini yang kami gilir belajar kuliner di TCI mulai 19 – 31 Mei 2014,” ujar Bu Dhani, sapaan karib Kusumo Wardhani ketika dihubungi melalui telepon di kantornya, Selasa (20/5).


Pelatihan kuliner kepada anggota Kopwan Setia Bhakti Wanita Jatim ini selain untuk menambah keterampilan anggota dalam hal kuliner, juga diharapkan kelak setelah mereka belajar praktik menu katering secara langsung, ada keinginan untuk membuka usaha katering sendiri sekalipun dalam skala rumahan.


”Nah, dengan bekal keterampilan masak memasak inilah, kami berharap para anggota koperasi bisa mengkreasikan pengalamannya ini dengan membuka usaha mandiri demi menambah penghasilan keluarga. Kami akan support mereka sampai sukses,” terang Kusumo Wardhani.

Nofembrianti dari TCI Surabaya menambahkan, kerjasama antara TCI dengan Kopwan Setia Bhakti Wanita Jatim ini merupakan bukti nyata bahwa keberadaan TCI tetap diperhitungkan dalam menghelat pelatihan kuliner maupun pelatihan nonfood.

Dalam surat perjanjian, sebetulnya yang dijadwalkan ikut pelatihan kuliner adalah 234 orang, tetapi untuk tahap awal anggota koperasi yang menyatakan kesiapannya baru 175-an. Makanya yang dilatih untuk sementara baru 175 orang. Pelatihannya sendiri dimulai sejak Senin (19/5) lalu dari pukul 09.00-14.0009.00-14.00 dengan durasi lima jam perhari.

Setiap hari pelatihan kuliner menu katering ini diikuti 25-30 peserta, yang terbagi dalam lima kelompok @ enam orang. Mereka diajarkan menu pembuka (aneka salad), menu inti (aneka olahan daging dan sayur) dan menu penutup (terdiri atas pudding dan aneka es).

Pihak TCI menunjuk dua orang sebagai instruktur andalnya, yakni chef Yudha Agustian dan chef Mahmudi, untuk mendampingi peserta pelatihan menu katering dari Kopwan Setia Bhakti Wanita Jatim.

”Selain itu, setiap peserta pelatihan berhak mendapatkan tas cantikdari TCI yang berisi celemek, materi pelatihan, ballpoint, snack (makanan ringan)dan air minum dalam kemasan. Setelah mengikuti pelatihan ini, setiap peserta akan kami berikan sertifikat,” pungkasnya. (ahn)

Lomba Aneka Penyetan di Akademi Pariwisata Majapahit



Authentic Indonesian Challenger 2014

29 Mahasiswa Akpar Majapahit Sukses Ramaikan Lomba Bikin Aneka Penyetan

KEMARIN di hari yang cerah, Akpar Majapahit menggelar ajang perlombaan yang bertajuk “Authentic Indonesian Challenger 2014” pada hari sabtu (24/5) mulai pukul 09.30-12.00 WIB, dengan menu masakan aneka sambal dan penyetan di Gedung Kampus Akpar Majapahit di Jl. Raya Jemursari No. 244 Surabaya.
   



Tujuan acara ini di selenggarakan selain untuk bekerja sama dengan Chef Sarwan, tetapi juga untuk pengenalan buku baru dari Chef Sarwan tentang masakan aneka penyetan dan sambal ala Chef Sarwan.


Di samping itu, selaku pihak Yayasan dan Dosen Akpar Majapahit sendiri ingin agar anak didiknya lebih mengerti dan mendalami masakan tradisional Indonesia. Sehingga event ini dinilai bisa untuk dijadikan ajang promosi bagi kampus.

“Dengan diadakannya lomba tersebut, peserta lomba yang pesertanya adalah mahasiswa Akpar Majapahit bisa mengenalkan masakan tradisional Indonesia di Kancah Internasional”, ujar Ir. Juwono Saroso Owner Akpar Majapahit.


Untuk bahan masakan aneka penyetan sudah ditentukan oleh panitia yang terdiri dari Putri Aldenia, Jiurike Alvionita, Cindra Siedharta, Rizky Setiawan dan Tri Setiawan sebagai anggota panitia yang membantu dalam acara ini. Pembagian dapur, sudah diatur oleh panitia yang masing-masing dapur diisi oleh kurang lebih 7 peserta.

Menurut Ketua Panitia Putri Aldenia, lomba masak aneka penyetan yang semula berjumlah 31 mahasiswa peserta menjadi 29 mahasiswa peserta, di karenakan 2 mahasiswa sedang berhalangan hadir saat itu. Walaupun begitu, mahasiswa yang meramaikan kegiatan ini pun tetap berjalan mulus seperti yang sudah direncanakan, acara dimulai dari pukul 09.30 pagi hingga selesai.



Seperti yang di ketahui, selain memasak masakan aneka penyetan, mahasiswa juga di tuntut untuk mengkreasikan minuman tradisional mereka sendiri. Dan nantinya akan langsung dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari Chef Sarwan, Chef Bagus dan Anang salah satu juri tamu dari penerbit Genta Grup.

Saat acara di gelar, banyak Stasiun TV seperti ANTV, SCTV, Trans TV dan masih banyak lagi yang hadir dan ikut meliput event ini dari proses memasak hingga penilaian. Selain itu, bisa di katakan pula ini termasuk event baru, karena ide lomba dan resepnya memang di ambil atau menduplikat resep Chef Sarwan.



Ada bermacam-macam resep yang disodorkan oleh Chef Sarwan tetapi hanya 31 resep yang terpilih dan peserta memasak masakan yang telah diacak atau undian dan peserta tinggal mengolahnya saja.



Diantara masakan yang lain, ada beberapa yang menarik dan menggelitik lidah, seperti lele goreng penyet sambal ijo, iga penyet sambal bledeg, udang goreng penyet sambal taoco, dan iga bakar sambal kemiri.

Khusus untuk bahan minuman tradisional, peserta menyiapkan sendiri bahan dan perlengkapan nya. Hasil kreasi masing-masing peserta lomba minuman tradisional seperti temulawak, wedang jahe lidah buaya, tauwa dan ginger green tea.




Setelah peserta lomba selesai memasak dan meng-garnish hasil masakan mereka, yang hanya diberi waktu 90 menit. Semua tantangan pun berhasil di selesaikan oleh peserta dan pada saat penilaian komentar para dewan juri pun sangat memuaskan bagi juri maupun mahasiswanya sendiri


Kriteria penilaian didasarkan pada empat aspek, yakni kreativitas (minuman), penampilan (makanan & minuman), kebersihan, dan yang paling penting adalah tekstur dan rasa.

Tak ayal, jika mahasiswa Akpar Majapahit selalu berhasil di setiap tantangan yang diberi dalam kejuaraan lomba dimana pun. Karena memang keunggulan disini sistemnya Studi Praktek setiap hari dengan 3 – 4 resep perhari, ditambah lagi dengan pengajar yang sudah ahli dan matang di bidangnya.



“Antusias para mahasiswa peserta lomba pun sangat senang bisa mengikuti ajang perlombaan ini dan banyak sekali yang minat untuk mendaftar, tetapi sayangnya karena terbatas maka siapa yang mendaftar terlebih dahulu itulah yang akan menjadi peserta lomba,” terang Rizky Setiawan salah satu anggota panitia AIC 2014.



Untuk harapan dari pihak pembina Akpar Majapahit. Dengan menggelar ajang perlombaan seperti ini bisa memotivasi  mahasiswa untuk tetap terus mencintai masakan tradisional Indonesia sehingga dapat dikenal di kalangan luar.

Ada juga beberapa tips dari Chef Sarwan untuk memasak aneka penyetan. “Pertama, Iga direbus agak lama dan ditutup agar lebih meresap dan lebih cepat lunak, biar lebih enak menggunakan tutup kaca agar bisa dilihat. Kedua ikan laut, lele dan patin gampang untuk didapatkan di sungai, sedangkan wader susah didapat karena harus mencari di tawar, tetapi rasanya khas berminyak dan lebih enak.”



Selain perlombaan, ada juga Cook Display dari salah satu mahasiswa senior yang menampilkan kreasi penyetan baru yang tak lazim dengan gurita atau octopus, dengan tema menu “Kingdom of Baby Octopus”. Gurita identik karena semakin lama di masak, maka tekstur daging akan semakin keras dan tidak enak untuk dimakan, justru dengan dimasak dalam waktu yang sebentar akan lebih enak, di tambah lagi dibagian kepalanya di isi dengan daging ayam cincang.

Pasalnya, pihak panitia sudah menyiapkan hadiah menarik bagi pemenang lomba Authentic Indonesian Challenger (AIC) 2014, yakni Juara I mendapat potongan 10 peresen uang kuliah (SPP), Juara II memperoleh potongan 8 persen uang kuliah, Juara III berhak mendapat potongan 6 persen uang kuliah dan Juara Harapan akan memperoleh potongan 5 persen uang kuliah.



Setelah gelaran lomba tersebut, akhirnya dewan juri memutuskan empat pemenang AIC 2014, yakni Farah Rizqa Rifni (Juara I), Yunita Tiffany Laos (Juara II), Bayu Perdana Kusuma (Juara III) dan Melisa Arianasari Pribadi (Juara Harapan).

Selamat kepada para pemenang. Maju terus bersama Akpar Majapahit. Perhelatan AIC 2014 di Kampus Akpar Majapahit Sabtu (24/5) siang itu semakin semarak dengna hadirnya sejumlah wartawan media cetak dan elektronika yang meliput acara tersebut. (ica, ahn)