Pages

24 May 2016

Belajar Menjadi Juragan Bakso di Tristar Institute

Workshop Menjadi Juragan Bakso di Tristar Institute  
Awalid9
Yuyun Anwar Bimbing 12 Peserta Workshop Praktik Membuat Aneka Resep Bakso Skala Rumahan
LEMBAGA Pendidikan dan Pelatihan Tristar Institute menghelat ”One Day Training dan Workshop Menjadi Juragan Bakso” bersama Yuyun Anwar di Laboratorium Teknologi Pangan Tristar Institute Jl Raya Jemursari No. 234 Surabaya pada Sabtu (20/02/2016).
Workshop Menjadi Juragan Bakso itu diikuti 12 peserta yang berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Jombang dan Kediri. Para peserta workshop itu adalah Waskitho W, Zainal Arifin, Nuricha, Suriyati, Farida, Eva Susanti, Eny Risnaini, Lilis,  Ang Suyani, Akbar Khemal T.A., dan Reni Suwandawarni.
 
Peserta workshop menaruh ekspektasi tinggi terhadap Yuyun Anwar yang menjadi instruktur workshop menjadi juragan bakso. Pasalnya, Yuyun sudah dikenal luas sebagai instruktur berpengalaman sehingga kehadirannya dimanfaatkan betul oleh peserta workshop untuk menimba  ilmu seputar sisik melik cara membuat aneka bakso berikut kuahnya hingga mencari tahu bagaimana kiat memasarkannya.
Peluang usaha bakso daging (sapi atau ayam) masih menjanjikan. Bakso daging sapi, khususnya, adalah jenis makanan yang paling digemari karena memiliki pasar ganda baik sebagai pelengkap hidangan maupun hidangan utama.
Sebagai pelengkap, bakso daging sapi sering menemani mie ayam, oseng-oseng, nasi goreng, cap jay, sup dan makanan lainnya. Sementara sebagai menu utama, bakso dihidangkan dengan kuah yang disajikan dari level bawah yakni kelas gerobak sampai kelas resto dan hotel berbintang.
Usaha bakso daging sapi lengkap dengan kuah siap saji mudah dijumpai di mana-mana. Beberapa jenis bakso yang seringkali dijual adalah bakso malang yang lengkap dengan menu tambahan yang variatif. Begitu juga bakso solo atau wonogiri.
Saat ini juga banyak berkembang aneka jenis bakso siap saja dalam bentuk resto franchise (di-franchise-kan), seperti bakso kepala sapi, bakso cak man, bakso kota, bakso cak eko untuk skala resto menengah.
”Sedangkan jenis bakso resto skala besar dan mewah seperti bakso lapangan tembak atau bakso ino banyak dijual di tempat strategis seperti bandar udara atau mall besar. Sementara jenis gerobak bisa dikelola oleh perorangan atau kelompok,” kata wanita paro baya yang berhijab ini kepada peserta workshop, Sabtu (20/02/2016) siang.
Usaha bakso daging dalam bentuk kemasan dan curah yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasar non siap saji, misalnya untuk kebutuhan rumah tangga, pedagang nasi goreng atau penjual mie hingga pasar modern (supermarket dan hypermarket).
Bentuk usaha ini bisa dimulai dari skala rumahan sampai skala pabrikan. Bakso diwadahi dalam kemasan kecil atau besar sesuai kebutuhan. Rata-rata pemain yang bergerak di sektor usaha ini didominasi sejumlah perusahaan besar.
Selain mengulas peluang pasar bakso, Yuyun Anwar juga menjelaskan bahan baku dan bahan tambahan (additive) untuk membuat bakso daging terutama daging sapi. Semua bagian dari daging sapi bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bakso. Jenis daging yang digunakan bisa memakai daging segar di pasar tradisional atau daging sapi beku yang didatangkan dari mancanegara (daging impor).
Daging ayam dada tanpa kulit dan tulang, bisa digunakan sebagai substitusi daging sapi yang mahal. Memilih jenis daging ayam bagian dada sangat penting karena rasa daging yang relatif netral dibanding bagian lain seperti paha.
Tepung, bisa menggunakan tepung tapioka/aci/kanji atau sagu. Hanya saja harga tepung sagu lebih mahal dibanding tapioka. Es berfungsi sebagai pembentuk adonan lebih lunak dan untuk mempertahankan suhu adonan tetap dingin sehingga kandungan proteinnya tidak rusak.
Bumbu untuk menambah citarasa antara lain gula, vitsin, bawang putih, bawah merah dan lain-lain. Selain itu, untuk membuat bakso daging juga ditambahkan additive seperti tepung modifikasi (modified flour) agar penampilan bakso lebih bagus, fosfat untuk makanan (bahan tambahan ini diaplikasikan untuk penyeimbang dan restrukturisasi daging yang sudah dipotong) dan ISO (Isolated Soya Protein). Bahan tambahan ini (ISO) berfungsi sebagai pengikat atau binder atau emulsifier yang mengikat minyak (lemak) dengan air sehingga menjadi adonan yang kompak dan tidak pecah.
Dalam kesempatan itu, Yuyun Anwar  juga menjelaskan manajemen praktis pembuatan bakso yang tepat mulai pembelian bahan baku, additive, bumbu dan tepung hingga pengemasan dan penyimpanannya.
Peserta juga dikenalkan mesin mincer, mesin mixer dan mesin cetak bakso yang praktis dan efisien. Pasalnya mesin cetak bakso itu bisa mencetak butiran bakso dengan cara cepat dengan ukuran sama sesuai keinginan.
Sementara itu untuk mengemas bakso digunakan plastik vacuum berbahan PE dengan sistem vacuum yang menyedot udara di dalam kemasan. Kelebihan dari sistem ini  membuat umur simpan bakso lebih panjang saat ditaruh di ruang pendingin (freezer).
“”Mengingat workshop ini bertujuan melahirkan juragan-juragan bakso yang baru, maka peserta juga saya ajarkan cara menghitung harga jual bakso dan analisis usaha membuat bakso daging halus kress, bakso daging murah meriah, bakso daging murah antisusut, bakso urat (jamur), dan bakso gepeng termasuk kuah bakso sapi yang lezat,” terang Bu Yuyun sapaan akrabnya.
Anda berminat belajar membuat mie aneka resep bakso daging sapi untuk usaha sekaligus menjadi seorang juragan bakso terkenal, silakan menghubungi Tristar Institute cq Akpar Majapahit Jl. Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-5, sekarang juga. (ahn)

No comments: