Pages

21 May 2016

Kisah Dra Sri Wahju Hartati M.Pd., Kursus Masak di Tristar Institute (Naskah ke-2, Selesai)

Kisah Dra Sri Wahju Hartati M.Pd., Kursus Masak di  Tristar Institute
A
Chef Haris Berbagi Cara Membuat Bakso Halus, Bakso Kasar, Siomay, Tahu Bakso, Kuah Bakso dan Sambal Bakso (Naskah ke-2 dari Dua Tulisan)   
USAI mengikuti kursus private membuat aneka noodle di Laboratorium Praktik Tristar Institute Jl  Raya Jemursari No. 234 Surabaya, Rabu (02/03/2016), Dra Sri Wahju Hartati M.Pd., kembali mengikuti kursus privat membuat bakso halus, bakso kasar, siomay, tahu bakso, kuah bakso dan sambalnya pada Kamis (03/03/2016) siang.
Kursus private satu paket lengkap bakso –-yang meliputi  enam resep-- dengan  dibimbing langsung oleh instruktur Tristar Institute Haris Suseno dengan dibantu Abdul Rozy, sebagai asistennya.
Kepada kru www.culinarynews.info, Sri Wahju Hartati menuturkan, tekadnya belajar membuat aneka noodle (mie telur/mie basah, mie kering, mie sayur, hingga pangsit mie ayam) dan private satu paket lengkap bakso mulai bakso halus, bakso kasar, siomay, tahu bakso, kuah bakso dan sambalnya di Tristar Institute, dua hari berturut-turut, karena ingin ”mengguncang” Lumajang.
Wanita paro baya ini bertekad membuat sajian pangsit mie ayam dan bakso yang berbeda dengan yang ada di Lumajang, baik dari aspek cita rasa, tekstur hingga cara penyajiannya setelah belajar di Tristar Institute.
”Saat ini, saya baru membuka café & resto di pusat kota Lumajang, dengan  menyajikan pangsit mie ayam, salad buah, juice, sup buah, yang terintegrasi dengan toko buah-buahan yang dikelolanya beberapa tahun silam,” ujar ibu dari tiga anak tersebut di sela kursus private paket lengkap bakso.
Sri Wahju Hartati yang merupakan mantan Kepala Sekolah SMAN Yosowilangun Jatiroto Lumajang ini tidak mau duduk manis setelah masa pengabdiannya di dunia pendidikan berakhir. 


Meskipun sudah pensiun sebagai abdi negara dan abdi masyarakat (PNS), wanita berjilbab ini ingin terus berkarya dengan mengapresiasi hobinya masak memasak (kuliner) dengan membuka café & resto di pusat jajanan rakyat dan kuliner Lumajang, dengan melibatkan menantu sebagai asisten dan beberapa karyawan.
Sri Wahju termotivasi belajar noodle, karena tidak puas dengan cita rasa pangsit mie ayam dibuat sebelum kursus private, dinilai masih kurang kompetitif. Begitu juga saat belajar membuat mie sendiri –peralatan membuat noodle sudah punya meski masih manual-- hasilnya juga masih belum memuaskan dirinya.
”Dalam hati, saya masih kurang sreg dengan produk mie yang saya buat sendiri sebelum ikut kursus private noodle di Tristar Institute. Nah setelah ikut kursus di sini, saya merasa tercerahkan dengan tips dan trik yang diberikan instruktur, baik ketika praktik membuat aneka noodle maupun membuat satu paket lengkap bakso dari A sampai Z,” terang Sri Wahju Hartati saat berdiskusi dengan Chef Haris Suseno, kemarin.
Dalam kesempatan itu Chef Haris menjelaskan, selama kursus private satu paket lengkap bakso, pihaknya menjelaskan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat bakso yang kenyal, kuah daging sapinya jernih dan citarasanya  sedap mengingat kaldunya hasil dari memasak tulang kaki (sengkel) sapi.
Pada saat kursus private bakso ini, peserta diajarkan cara membuat bakso halus dari daging sapi dan bakso kasar (memadukan adonan daging halus dan tetelan daging sapi yang dicincang kecil-kecil).
Selain bakso, peserta juga belajar membuat siomay (isinya berupa olahan udang, ikan tengiri dan tepung yang sudah dibumbui plus irisan wortel, bawang prei dan kentang), membuat tahu bakso (isinya dari hasil olahan udang, ikan tengiri dan tepung yang sudah diberi bumbu ditambah irisan wortel, bawang prei dan kentang).
”Setelah selesai membuat bakso halus, bakso kasar, siomay dan tahu bakso, peserta kursus private asal Lumajang ini juga kami ajarkan bagaimana membuat kuah bakso yang sedap. Selain kuah bakso, kami juga mempraktikkan cara membuat sambal bakso yang teksturnya masih kasar sebagai ciri khas sambal tradisional warisan nenek moyang,” ujar Chef Haris Suseno.
Kaldu dari tulang kaki (sengkel) sapi yang dimasak beberapa jam sebelumnya menjadi pilihan utama demi mendapatkan citarasa kuah bakso yang sedap apalagi setelah ditambahkan bawang putih goreng, minyak bawang putih dan bumbu lainnya.
Untuk  membuat bakso yang kenyal dan enak rasanya, selain faktor pemilihan daging, bahan pengenyal daging,  tepung dan bahan pendukung lainnya seperti chicken powder dan bumbunya (bisa Anda beli di Toko 9), juga cara pengolahannya punya peranan penting.
”Penambahan bahan pengenyal daging –bisa Phosmix MP atau Sodium Tripoly Phosphate (STPP)—dan es batu 100 gram saat membuat adonan daging sapi untuk membuat bakso halus, akan menghasilkan pentol bakso yang kenyal, bertekstur halus dan enak rasanya,” terang Chef Haris lagi.

Begitu juga penggunaan Soda Kie S dan Soda Kie P yang bersifat sebagai pembantu pembentukan gluten sehingga tidak terasa keras tetapi kenyal. Pengaplikasian bahan pengenyal Sodium Tripoly Phosphate (STPP) atau Phosmix MP 2,5 gram berfungsi sebagai pengenyal daging sehingga adonan daging utuk bakso halus yang diolah dengan mesin food processor tidak mudah menjadi bubur.
Nah, jika Anda tertarik menjadi peserta kursus wirausaha di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Tristar Institute, silakan menghubungi Tristar Institute cq Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-5, sekarang juga. (ahn)

No comments: